Minggu, 27 Mei 2018

Tulisan 1_AHDE_Character Building


CHARACTER BUILDING

Pertama dalam penulisan saya adalah saya akan menulis mengenai karakter building yang saya miliki. Sebelum itu saya akan membahas mengenai apa sih yag dimaksud dengan karakter building? 

Karakter building atau bisa kalian sebut juga dengan pembangunan karakter adalah Menyempurnakan karakter yang ada untuk terwujudnya karakter yang diharapkan..

Nah saya percaya bahwa dengan adanya karakter building kita lebih mengenali diri sendiri siapa kita, apa sifat kita, dan apa kemampuan kita atau kelebihan kita. Untuk itu karakter building sangatlah penting bagi semua orang terutama bagi diri saya sendiri.

Disini saya akan membahas karakter yang menurut saya sangat penting untuk ditanamkan dalam diri kita sejak kecil, yaitu tanggung jawab.

TANGGUNG JAWAB
Anda tentunya seringkali mendengar istilah tanggung jawab, Makna dari istilah “tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab tersebut semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tersebut, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.

Banyak orang mengelak bertanggung jawab, karena memang lebih mudah menggeser tanggung jawabnya, daripada berdiri dengan berani dan menyatakan dengan tegas bahwa, “ini tanggung jawab saya!” Banyak orang yang sangat senang dengan melempar tanggung jawabnya ke pundak orang lain.
Sebagian orang, karena tidak bisa memahami arti dari sebuah tanggung jawab; seringkali dalam kehidupannya sangat menyukai pembelaan diri dengan kata-kata, “itu bukan salahku!” Sudah terlalu banyak orang yang dengan sia-sia, menghabiskan waktunya untuk menghindari tanggung jawab dengan jalan menyalahkan orang lain, daripada mau menerima tanggung jawab, dan dengan gagah berani menghadapi tantangan apapun di depannya

Jadi, tanggung jawab itu sendiri ialah siap menerima kewajiban atau tugas. Dalam artian disini ketika seseorang diberikan kewajiban atau tugas, seseorang tersebut akan menghadapi suatu pilihan yaitu menerima dan menghadapinya dengan dedikasi atau menunda dan mengabaikan tugas atau kewajiban tersebut.

Tanggung Jawab Sebagai Mahasiswa
Menurut pendapat saya, tanggung jawab saya sebagai seorang mahasiswa banyak macamnya. Saya akan menguraikan beberapa hal diantaranya. Dimulai dari tanggung jawab yang paling utama yaitu terhadap Tuhan Yang Maha Esa hal ini dapat diwujudkan dengan menjadi pribadi mahasiswa yang beriman dan berakhlak baik.

Yang kedua yaitu tanggung jawab terhadap orang tua atau wali yang telah membiayai dan memfasilitasi kita. Dengan mengingat bahwa banyak hal yang telah dikorbankan oleh mereka menjadikan kita agar dapat menjalankan tugas kita sebagai mahasiswa dengan benar dan tidak menyalahgunakannya. 

Yang ketiga yaitu tanggung jawab terhadap kampus tempat kita menimba ilmu dan berkaitan dengan kewajiban kita sebagai mahasiswa. Hal ini dapat diwujudkan dengan menjaga dan mengharumkan nama baik kampus serta menaati aturan yang berlaku. Terlebih lagi sebagai mahasiswa aturan yang mengikat lebih bebas dibandingkan dengan jenjang pendidikan sebelumnya. Hal ini tentunya membuat mahasiswa agar lebih bertanggung jawab atas tindakannya. Salah satu contoh paling kongkrit yaitu dalam kegiatan kuliah kita akan dilatih dalam mempertanggungjawabkan argumen dan pendapat kita pada saat sidang.  

Dan yang terakhir adalah tanggung jawab terhadap apa yang telah kita peroleh. Salah satu contoh hal yang kita peroleh sebagai mahasiswa adalah nilai atau biasa disebut indeks prestasi kumulatif. Sebagai mahasiswa kita harus dapat mempertanggungjawabkan nilai tersebut dengan cara mengimbangi kemampuan dengan nilainya, dan yang paling penting adalah berlaku jujur pada saat proses memperoleh nilai tersebut.



TUGAS 4 _ AHDE

Bagaimana jika tidak terjadi klaim selama masa kontrak asuransi ? 

Asuransi menurut UU No. 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan di derita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Klaim asuransi adalah permintaan resmi yang ditujukan kepada perusahaan asuransi terkait perlindungan finansial atau ganti rugi dari pihak tertanggung sesuai dengan kontrak perjanjian yang telah disepakati antara tertanggung dengan perusahaan penyedia jasa asuransi.

Lalu, bagaimana jika selama kontrak asuransi tidak terjadi klaim ?


Pada dasarnya, jika selama kontrak asuransi tidak terjadi klaim maka premi yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan atau tidak dapat dirasakan. Tetapi, sekarang ini ada beberapa perusahaan asuransi yang memberikan fitur berupa No Claim Bonus pada produk asuransi mereka. Fitur ini memungkinkan Anda untuk memperoleh pengembalian premi jika tidak ada klaim dalam waktu tertentu.

Namun, perlu diketahui bahwa layanan ini tidak berlaku di setiap produk asuransi. Hanya beberapa perusahaan asuransi saja yang menawarkannya. Besar pengembalian premi pun beragam, mulai dari 20%, 25% hingga 100%. 

Lalu, produk asuransi apa saja yang memiliki fitur no claim bonus? Serta berapa besar pengembalian premi yang diberikan? Berikut ulasannya.


1. Asuransi Kesehatan
Beberapa perusahaan yang menawarkan fasilitas no claim bonus pada produk asuransi kesehatan, antara lain:
  1. Allianz Smart Health Maxi Violet memberikan pengembalian premi sebesar 20% jika pada tahun polis tidak ada klaim dan polis diperpanjang.
  2. Mega Medicare Plus memberikan pengembalian premi sebesar 30% setiap 2 tahun.
  3. Asuransi X-Tra Medika 25 dari CIMB Sun Life menjanjikan pengembalian premi (no claim bonus) sebesar 25% dari total premi yang dibayarkan setiap 3 tahun.
  4. BNI Optima Medica akan mengembalikan premi Anda sebesar 50% pada akhir tahun polis jika sudah pernah melakukan klaim. Jika tidak pernah terjadi klaim, maka pengembalian premi pada akhir masa asuransi akan menjadi lebih besar, yaitu 75% dari total premi.
2. Asuransi Jiwa
Anda juga bisa menemukan fitur no claim bonus pada produk asuransi jiwa. Beberapa di antaranya adalah:
  1. Asuransi Mandiri Secure Plan dari AXA Mandiri akan mengembalikan premi Anda sampai dengan 110% dari total premi yang dibayarkan jika tidak ada klaim dalam periode 10 tahun berturut-turut. Premi akan dikembalikan dalam 2 tahap: 50% di akhir tahun kelima dan 60% pada akhir masa pertanggungan (tahun ke-10).
  2. Life Protector Plus dari Commonwealth Life. Asuransi ini memberikan perlindungan jika terjadi risiko meninggal dunia atau menderita cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan. Namun, jika selama masa asuransi tidak terjadi klaim, Anda berhak memperoleh pengembalian premi sebesar 100%
  3. Manulife Term Saving Protection. Jika tertanggung hidup sampai dengan akhir masa pertanggungan, maka seluruh premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan kepada pemegang polis.
  4. Asuransi Mandiri Jaminan Kesehatan dari AXA Mandiri akan mengembalikan premi hingga 100% jika polis Anda tetap aktif selama 5 tahun berturut-turut dan tidak ada klaim yang dibayarkan.
3. Asuransi Kendaraan
Meski tidak banyak,tapi fasilitas no claim bonus juga terdapat di produk asuransi kendaraan. Salah satunya adalah Asuransi Mobil Garda Oto dari Asuransi Astra.
Jika tidak ada klaim pada periode sebelumnya, Anda berhak mendapatkan potongan pembayaran saat perpanjangan polis. Potongan sebesar 7,5% diberikan untuk Garda Oto Konvensional dan potongan 5% plus bagi hasil untuk Garda Oto Syariah.


Namun, bagaimana dengan perusahaan asuransi yang tidak memiliki fitur pengembalian premi atau no claim bonus ? Apa manfaat yang bisa di dapat ?

Biasanya, sebuah perusahaan asuransi yang tidak memiliki fitur no claim bonus pada produk asuransinya akan menambah manfaat dengan banyaknya cakupan perlindungan yang diberikan. Kalau pun kita lihat dari fungsi asuransi, sebagai produk proteksi yang memberikan perlindungan dari kemungkinan biaya atau kerugian yang dikeluarkan atas pertanggungan risiko yang terjadi, harusnya kita tidak harus merasa dirugikan jika tidak ada risiko yang terjadi. Karena selama masa pertanggungan kita telah mendapatkan perlindungan risiko dari pihak asuransi.