Jumat, 21 April 2017

SEKTOR-SEKTOR PERTUMBUHAN EKONOMI

SEKTOR PERTANIAN
Kelebihan :
1. Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetep membeli produk pertanian.
2. Bisa diperbaharui (renewable) dalam waktu relatif singkat.
3. Indonesia adalah negara tropis yg memiliki sumber daya alam yg melimpah sehingga tidak tergantung dengan negara lain
4. Lebih dari 40% penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian
5. SDM mencukupi.

Kekurangan :
1. Produksi nya konstan
2. Sangat sulit ditingkatkan
3. Memiliki investasi yang mahal
4. Musiman
-Tersedia pada akhir panen atau siklus reproduksi ternak
-Persedian menjadi tidak kontinyu, padahal permintaan relatif tetap sepanjang tahun
-Akibatnya harga komoditas pertanian juga fluktuatif tergantung ketersediaannya
5. Tidak tahan lama dan mudah rusak
    -Masih mengalami respirasi lanjutan
    -Kerusakan dapat terjadi karena faktor fisik, kimiawi, biologi dan mikrobiologi.

SEKTOR  JASA
Kelebihan :
1. Dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering
2. Tidak perlu tempat untuk memajang (display) barang.
3. Tidak diperlukan tempat untuk menyimpan barang (gudang).
4. Tidak perlu alat angkut untuk mengirim barang kepada konsumen.

Kekurangan :
1. Kualitas jasa dapat diketahui setelah konsumen membeli jasa.
2. Jasa yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan (diretur).
3. Pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis.

SEKTOR INDUSTRI
Kelebihan :
1. Merupakan salah satu penopang perekonomian bangsa karena skala nya yang sangat besar
2. Mengurangi pengangguran
3. Transfer teknologi
4. Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah
5. Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan
6. Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas
7. Memperluas lapangan kerja
8. Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada  meningkatnya pendapatan nasional

Kekurangan : 
1. Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam
2. Kalahnya investor domestik dengan investor asing
3. nvestasi yang tinggi
4. Sangat sensitif terhadap kondisi makro seperti deflasi

PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DALAM PROSES PEMBANGUNAN
Menurut Pendapat Saya:
Pembangunan tanpa adanya perubahan struktur ekonomi tentu tidak bisa. Karena dalam suatu perubahan harus ada stuktur yang baru atau truktur ekonomi yang baru yang sesuai dengan pembangunannya , yang sudah siap dan mantap . Dari masa ke masa pasti akan terjadi perubahan dan sifatnya dinamis , dan bahwa setiap masyarakat tersusun dari sekumpulan subsistem yang berbeda berdasarkan strukturnya maupun berdasarkan makna fungsionalnya bagi masyarakat yang lebih luas. Ketika masyarakat berubah, umumnya masyarakat tersebut akan tumbuh dengan kemampuan yang lebih baik untuk menanggulangi permasalahan hidupnya.

Dalam pembangunan akan terjadi perubahan struktur ekonomi di suatu negara. Yang dimaksud dengan struktur ekonomi adalah pembagian dua bidang ekonomi. Pertama, ada yang membaginya berdasarkan tiga sektor  bidang yang berbeda yaitu sektor pertanian, sektor industri, sektor jasa. Bidang kedua berdasarkan sektor yang utama sampai dengan sektor pelengkap yaitu sektor primer yang terdiri atas pertanian, kehutanan perikanan dan pertambangan; sektor sekunder yang terdiri atas bidang pengangkutan dan perhubungan, pemerintahan, perdagangan, dan jasa-jasa perseorangan.


Teori perubahan struktural menitik beratkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh Negara berkembang, yang semula lebih bersifat subsisten dan menitikberatkan pada sektor pertanian menuju ke struktur perekonomian yang lebih modern dan didominasi oleh sector-sektor non primer.

PEMBANGUNAN SEHARUSNYA MEMENTINGKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN BUKAN SEKEDAR MENGEJAR PERTUMBUHAN 
Menuru pendapat saya:
Saya tidak setuju jika pembangunan tidak mementingkan lingkungan. Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak. Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.

Berdirinya pabrik-pabrik pengusaha dalam negeri sampai pabrik relokasi milik pengusaha asing pun juga ikut menambah sesaknya udara dengan polusi udara. Kondisi sosial budaya masyarakat sekitar yang cenderung masih berladang dengan cara membuka atau menebang hutan dan menjadikannya ladang baru juga ikut serta dalam menambah penyebab kerusakan lingkungan alam. Tak benar juga kita selalu menyalahkan pemerintah sepenuhnya.

Disisi lain tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomipun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri.

Khusus untuk mengatasi masalah lingkungan hidup, pemerintah membuat Undang-undang no.23 tahun 1997 mengenai lingkungan hidup, tetapi kita juga harus mengawasi dan menjalankan UU tersebut sebagai pedoman etika bergaul dengan lingkungan hidup karena kita tidak bisa hidup jika kita tidak bersahabat dengan lingkungan alam kita.



Sumber: (diakses tanggal 20 April 2017)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar