TEORI PERDANGANGAN INTERNASIONAL DALAM GLOBALISASI

Perdagangan internasional tidak cocok
diterapkan di indonesia karena indonesia masih termasuk dalam negara
berkembang, sedangkan perdagangan internasional cenderung lebih cocok
diterapkan di negara maju. Perdagangan Internasional tidak cocok dengan negara
berkembang, kArena merugikan. Negara-negara berkembang tidak bisa disamakan
dengan negara-negara maju yang sudah jelas memiliki kemajuan tingkat teknologi
dan ekonominya. Karena perhitungan satuan nilai tukar-menukar uang sangat
signifikan perbedaannya dan cenderung menguntungkan negara maju dan merugikan
negara berkembang.
Contoh:
1. Di Jepang 1 unit elektronik =
0,625 kg rempah-rempah, sedangkan di Indonesia 1 unit elektronik = 1 kg
rempahrempah. Jika negara Jepang menukarkan elektronik dengan rempah-rempah di Indonesia, maka akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,375, yang diperoleh dari
(1 rempahrempah – 0,625 rempah-rempah).
MATA UANG DOLLAR MENJADI STANDAR PEMBAYARAN INTERNASIONAL

Sejarah Membawa Dollar Menjadi Mata Uang Internasional.
Dimulai
dari perjanjian Bretton Woods setelah Perang Dunia 2 yang efeknya masih terasa
hingga sekarang; perjanjian untuk menggunakan emas sebagai standar global nilai
mata uang. Pada saat itu keadaan ekonomi negara-negara dunia, kecuali Amerika
Serikat, hancur karena perang. Ini menyebabkan mereka bergantung pada pinjaman
yang diberikan oleh Amerika. Pinjaman ini diberikan dalam bentuk Dollar
Amerika. Sebagai jaminan, Amerika menerima emas yang dimiliki negara-negara
ini. Hasilnya, Amerika otomatis menguasai seluruh emas di dunia dan jadinya
hanya Dollar Amerika yang nilainya disokong oleh emas. Secara praktis, ini
berarti Dollar Amerika telah menggantikan emas sebagai sumber likuiditas
perekonomian dunia dan menjadi basis sistem keuangan dunia. Implikasinya,
setiap negara membangun cadangan devisa dalam bentuk Dollar Amerika; cadangan
Dollar diperlukan agar mata uang negara yang bersangkutan dapat ditukarkan
dengan Dollar atau emas. Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata
uang internasional.
Resiko Menjadi Mata Uang Internasional
Tidak
selalu menjadi mata uang internasional itu memberikan efek positif pada negara
yang memiliki mata uang itu, dalam hal ini negara Amerika dengan Dollarnya.
Banyak efek negatif yang dapat melanda Amerika saat mata uangnya menjadi mata
uang internasional. Beberapa efek negatif menjadi mata uang internasional
antara lain:
1. Negara itu
harus me-maintain trust, yang menyebabkan negara itu memiliki tugas yang berat
untuk dunia.
2. Apabila negara pemilik mata uang internasional tidak dapat me-maintain
trust, maka dapat menyebabkan mata uang itu drop secara tiba-tiba.
3. Akan lebih sulit dalam mengontrol likuiditasnya
Tidak Semua Mata Uang Yang Kuat Dapat Menjadi Mata
Uang Internasional
Untuk
menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat, dalam hal ini
negara yang kuat. Menjadi mata uang yang kuat bukan berarti mampu untuk menjadi
mata uang internasional. Ini disebabkan karena negara yang memiliki mata uang
itu belum tentu memiliki kestabilan ekonomi dan politik yang baik. Padahal
untuk menjadi mata uang internasional, dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi
maupun politik yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan
kepercayaan dari dunia agar dunia menggunakannya.
Sebagai
contohnya mata uang dari negara Iraq, yaitu Dinar. Walaupun saat ini Dinar
sebagai salah satu mata uang yang terkuat, namun keadaan Iraq tidak stabil,
karena perang, konflik dalam negeri, maupun perekonomiannya. Hal ini
menyebabkan dunia tidak ingin mempercayakan mata uangnya kepada Dinar Iraq
sebab walaupun mata uang itu terkuat, namun belum tentu dalam jangka panjang
akan stabil. Tidak stabil bisa terjadi karena perang yang makin menjadi-jadi
atau konflik dalam negeri yang pada akhirnya dapat menyebabkan negara itu jatuh
miskin lalu mata uangnya turun menjadi mata uang terlemah. Padahal menukarkan
mata uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan
kepercayaan yang besar dari dunia. Inilah sebab Dollar Amerika menjadi mata
uang yang dipercayai dunia karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan
stabil dalam jangka panjang.
Jadi bukan
karena Amerika negara adidaya lalu begitu saja menjadikan mata uangnya mata
uang internasional atau bahkan ada kong-kalikong Yahudi.
RUPIAH
DALAM PROSPEK MENDUNIA
Untuk jangka pendek mungkin Rupiah
belum bisa berbuat apa-apa,tapi tidak menutup kemungkinan kelak Rupiah bisa
menjadi mata uang dunia.Jika rupiah bisa mendunia asalkan ada peningkatan dan
kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan negara dan
sumber daya manusia yang ada di dalamnya..dan
semua itu bisa terlaksana jika ada komitmen dan dukungan dari semua komponen
Bangsa.
Pemerintah menyatakan penyederhanaan
mata uang (redenominasi) dapat menjadi cara untuk meningkatkan kepercayaan
masyarakat Indonesia dan dunia terhadap rupiah. Hal ini penting untuk mendukung
peningkatan perekonomian nasional. Nilai rupiah akan semakin berharga dan dapat
disejajarkan dengan nilai mata uang negara lain
Sumber:
(diakses pada tanggal 24 April 2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar