Selasa, 11 April 2017

KEMISKINAN DAN KESENJANGAN




Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan

1. Pengangguran
Semakin banyak pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di sekitar. Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan masyarakat sekitar.

2. Tingkat Pendidikan Yang Rendah
Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih, masyarakat tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan
masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia. Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.

3. Bencana Alam
Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.

4. Distribusi Pendapatan dan Pemerataan Pembangunan
Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Kriteria ketidakmerataan versi Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk, yakni 40% penduduk berpendapatan rendah(penduduk miskin); 40% penduduk berpendapatan menengah; serta 20% penduduk  berpendapatan tertinggi (penduduk terkaya). Ketimpangan dan ketidak merataan distribusi dinyatakan parah apabila 40% penduduk berpendapatan rendah menikmati kurang dari 12 persen pendapatan nasional.

5. Laju Pertumbuhan Penduduk.
Pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat di setiap 10 tahun menurut hasil sensus penduduk. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 1990 Indonesia memiliki 179 juta lebih penduduk. Kemudian di sensus penduduk tahun 2000 penduduk meningkat sebesar 27 juta penduduk atau menjadi 206 juta jiwa. Dapat diringkaskan pertambahan penduduk Indonesia persatuan waktu adalah sebesar setiap tahun bertambah 2,04 juta orang pertahun atau, 170 ribu orang perbulan atau 5.577 orang perhari atau 232 orang perjam atau 4 orang permenit. Banyaknya jumlah penduduk ini membawa Indonesia menjadi negara ke-4 terbanyak penduduknya setelah China, India dan Amerika.

Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesia semakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumlah penduduk yang bekerja tidak sebanding dengan jumlah beban ketergantungan. Penghasilan yang minim ditambah dengan banyaknya beban ketergantungan yang harus ditanggung membuat penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Alasan Indonesia Menggunakan Indikator Kemiskinan Absolut

Menurut pendapat saya Indonesia menggunakan indikator kemiskinan absolut karena warga Indonesia masih dibawah garis kemiskinan. Melihat setiap masyarakat dari kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap masyarakat seperti sandang dan pangan.Jika pendapatan seseorang dibawah pendapatan minimal untuk memenuhi kebutuhan pokok maka ia disebut miskin.
Tidak hanya itu saja, rakyat juga tidak bisa dan sulit untuk mendapat pendidikan yang layak dikarenakan keterbatasan biaya yang dimiliki dan tingkat harga yang dipatok dalam setiap rumah sakit itu sulit dijangkau oleh rakyat – rakyat miskin. Jadi dapat dikatakan kesehatan yang baik itu hanya dapat dirasakan oleh warga yang memiliki pendapatan yang cukup memadai pula. Baik kesehatan dan bidang pendidikan di Indonesia kurang merata, hanya dapat dinikmati oleh beberapa sebagian orang saja.

Kaitan Antara Penduduk, Tenaga Kerja, Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi biasanya diikuti oleh terciptanya lapangan pekerjaan yang baru. Ketika ekonomi bertumbuh, berarti terdapat pertumbuhan produksi barang dan jasa. Ketika hal ini terjadi maka kebutuhan akan tenaga kerja untuk memproduksi barang dan jasa pun akan tumbuh. Pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, dan pengangguran memiliki hubungan yang erat karena penduduk yang bekerja berkontribusi dalam menghasilkan barang dan jasa sedangkan pengangguran tidak memberikan kontribusi.

Semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula tenaga kerja yang dapat digunakan. Maka dari itu penduduk harus optimal untuk meningkatkan produksi suatu rumah tangga perusahaan supaya tidak ada penggangguran yang akan mengakibatkan terjadinya inflasi dalam perekonomian indonesia. Jika inflasi terjadi maka suku bunga akan naik, saving pun akan naik, namun investasi akan turun. Jika investasi turun makan perusahaan akan mempertimbangkan untuk menambah pegawai baru atau bahkan akan memPHK karyawannya, sehingga mengakibatkan bertambahnya pengangguran.

Studi yang dilakukan oleh ekonom Arthur Okun mengindikasikan hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran, sehingga semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin rendah tingkat pertumbuhan ekonomi. Semakin banyak jumlah penduduk di suatu Negara namun penduduknya tidak produktif untuk menjadi seorang tenaga kerja atau menjadi pengangguran, maka pertumbuhan ekonominya akan terhambat. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.

Sumber: ( diakses tanggal 11 April 2017 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar