Senin, 24 April 2017

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

TEORI PERDANGANGAN INTERNASIONAL DALAM GLOBALISASI
Hasil gambar untuk perdagangan internasional
Perdagangan internasional tidak cocok diterapkan di indonesia karena indonesia masih termasuk dalam negara berkembang, sedangkan perdagangan internasional cenderung lebih cocok diterapkan di negara maju. Perdagangan Internasional tidak cocok dengan negara berkembang, kArena merugikan. Negara-negara berkembang tidak bisa disamakan dengan negara-negara maju yang sudah jelas memiliki kemajuan tingkat teknologi dan ekonominya. Karena perhitungan satuan nilai tukar-menukar uang sangat signifikan perbedaannya dan cenderung menguntungkan negara maju dan merugikan negara berkembang.

Contoh:
1. Di Jepang 1 unit elektronik = 0,625 kg rempah-rempah, sedangkan di Indonesia 1 unit elektronik = 1 kg rempahrempah. Jika negara Jepang menukarkan elektronik dengan rempah-rempah di           Indonesia, maka akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,375, yang diperoleh dari (1 rempahrempah – 0,625 rempah-rempah).

2. Di Indonesia 1 kg rempah-rempah = 1 unit elektronik, sedang di Jepang 1 kg rempah-rempah = 1,6 unit elektronik. Jika negara Indonesia menukarkan rempah-rempahnya dengan elektronik, maka Jepang akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,6, yang diperoleh dari (1,6 elektronik – 1 elektronik).


MATA UANG DOLLAR MENJADI STANDAR PEMBAYARAN INTERNASIONAL

Hasil gambar untuk MATA UANG DOLLAR
Sejarah Membawa Dollar Menjadi Mata Uang Internasional.
Dimulai dari perjanjian Bretton Woods setelah Perang Dunia 2 yang efeknya masih terasa hingga sekarang; perjanjian untuk menggunakan emas sebagai standar global nilai mata uang. Pada saat itu keadaan ekonomi negara-negara dunia, kecuali Amerika Serikat, hancur karena perang. Ini menyebabkan mereka bergantung pada pinjaman yang diberikan oleh Amerika. Pinjaman ini diberikan dalam bentuk Dollar Amerika. Sebagai jaminan, Amerika menerima emas yang dimiliki negara-negara ini. Hasilnya, Amerika otomatis menguasai seluruh emas di dunia dan jadinya hanya Dollar Amerika yang nilainya disokong oleh emas. Secara praktis, ini berarti Dollar Amerika telah menggantikan emas sebagai sumber likuiditas perekonomian dunia dan menjadi basis sistem keuangan dunia. Implikasinya, setiap negara membangun cadangan devisa dalam bentuk Dollar Amerika; cadangan Dollar diperlukan agar mata uang negara yang bersangkutan dapat ditukarkan dengan Dollar atau emas. Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata uang internasional.

Resiko Menjadi Mata Uang Internasional
Tidak selalu menjadi mata uang internasional itu memberikan efek positif pada negara yang memiliki mata uang itu, dalam hal ini negara Amerika dengan Dollarnya. Banyak efek negatif yang dapat melanda Amerika saat mata uangnya menjadi mata uang internasional. Beberapa efek negatif menjadi mata uang internasional antara lain:
1.   Negara itu harus me-maintain trust, yang menyebabkan negara itu memiliki tugas yang berat untuk dunia.
2. Apabila negara pemilik mata uang internasional tidak dapat me-maintain trust, maka dapat menyebabkan mata uang itu drop secara tiba-tiba.
3. Akan lebih sulit dalam mengontrol likuiditasnya


Tidak Semua Mata Uang Yang Kuat Dapat Menjadi Mata Uang Internasional
Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat, dalam hal ini negara yang kuat. Menjadi mata uang yang kuat bukan berarti mampu untuk menjadi mata uang internasional. Ini disebabkan karena negara yang memiliki mata uang itu belum tentu memiliki kestabilan ekonomi dan politik yang baik. Padahal untuk menjadi mata uang internasional, dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi maupun politik yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dari dunia agar dunia menggunakannya.

Sebagai contohnya mata uang dari negara Iraq, yaitu Dinar. Walaupun saat ini Dinar sebagai salah satu mata uang yang terkuat, namun keadaan Iraq tidak stabil, karena perang, konflik dalam negeri, maupun perekonomiannya. Hal ini menyebabkan dunia tidak ingin mempercayakan mata uangnya kepada Dinar Iraq sebab walaupun mata uang itu terkuat, namun belum tentu dalam jangka panjang akan stabil. Tidak stabil bisa terjadi karena perang yang makin menjadi-jadi atau konflik dalam negeri yang pada akhirnya dapat menyebabkan negara itu jatuh miskin lalu mata uangnya turun menjadi mata uang terlemah. Padahal menukarkan mata uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan kepercayaan yang besar dari dunia. Inilah sebab Dollar Amerika menjadi mata uang yang dipercayai dunia karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan stabil dalam jangka panjang.


Jadi bukan karena Amerika negara adidaya lalu begitu saja menjadikan mata uangnya mata uang internasional atau bahkan ada kong-kalikong Yahudi.

RUPIAH DALAM PROSPEK MENDUNIA

Hasil gambar untuk mata uang rupiah

Untuk jangka pendek mungkin Rupiah belum bisa berbuat apa-apa,tapi tidak menutup kemungkinan kelak Rupiah bisa menjadi mata uang dunia.Jika rupiah bisa mendunia asalkan ada peningkatan dan kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan negara dan sumber daya manusia yang ada di dalamnya..dan semua itu bisa terlaksana jika ada komitmen dan dukungan dari semua komponen Bangsa.

Pemerintah menyatakan penyederhanaan mata uang (redenominasi) dapat menjadi cara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia dan dunia terhadap rupiah. Hal ini penting untuk mendukung peningkatan perekonomian nasional. Nilai rupiah akan semakin berharga dan dapat disejajarkan dengan nilai mata uang negara lain

Sumber: (diakses pada tanggal 24 April 2017)

Jumat, 21 April 2017

SEKTOR-SEKTOR PERTUMBUHAN EKONOMI

SEKTOR PERTANIAN
Kelebihan :
1. Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetep membeli produk pertanian.
2. Bisa diperbaharui (renewable) dalam waktu relatif singkat.
3. Indonesia adalah negara tropis yg memiliki sumber daya alam yg melimpah sehingga tidak tergantung dengan negara lain
4. Lebih dari 40% penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian
5. SDM mencukupi.

Kekurangan :
1. Produksi nya konstan
2. Sangat sulit ditingkatkan
3. Memiliki investasi yang mahal
4. Musiman
-Tersedia pada akhir panen atau siklus reproduksi ternak
-Persedian menjadi tidak kontinyu, padahal permintaan relatif tetap sepanjang tahun
-Akibatnya harga komoditas pertanian juga fluktuatif tergantung ketersediaannya
5. Tidak tahan lama dan mudah rusak
    -Masih mengalami respirasi lanjutan
    -Kerusakan dapat terjadi karena faktor fisik, kimiawi, biologi dan mikrobiologi.

SEKTOR  JASA
Kelebihan :
1. Dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering
2. Tidak perlu tempat untuk memajang (display) barang.
3. Tidak diperlukan tempat untuk menyimpan barang (gudang).
4. Tidak perlu alat angkut untuk mengirim barang kepada konsumen.

Kekurangan :
1. Kualitas jasa dapat diketahui setelah konsumen membeli jasa.
2. Jasa yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan (diretur).
3. Pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis.

SEKTOR INDUSTRI
Kelebihan :
1. Merupakan salah satu penopang perekonomian bangsa karena skala nya yang sangat besar
2. Mengurangi pengangguran
3. Transfer teknologi
4. Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah
5. Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan
6. Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas
7. Memperluas lapangan kerja
8. Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada  meningkatnya pendapatan nasional

Kekurangan : 
1. Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam
2. Kalahnya investor domestik dengan investor asing
3. nvestasi yang tinggi
4. Sangat sensitif terhadap kondisi makro seperti deflasi

PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DALAM PROSES PEMBANGUNAN
Menurut Pendapat Saya:
Pembangunan tanpa adanya perubahan struktur ekonomi tentu tidak bisa. Karena dalam suatu perubahan harus ada stuktur yang baru atau truktur ekonomi yang baru yang sesuai dengan pembangunannya , yang sudah siap dan mantap . Dari masa ke masa pasti akan terjadi perubahan dan sifatnya dinamis , dan bahwa setiap masyarakat tersusun dari sekumpulan subsistem yang berbeda berdasarkan strukturnya maupun berdasarkan makna fungsionalnya bagi masyarakat yang lebih luas. Ketika masyarakat berubah, umumnya masyarakat tersebut akan tumbuh dengan kemampuan yang lebih baik untuk menanggulangi permasalahan hidupnya.

Dalam pembangunan akan terjadi perubahan struktur ekonomi di suatu negara. Yang dimaksud dengan struktur ekonomi adalah pembagian dua bidang ekonomi. Pertama, ada yang membaginya berdasarkan tiga sektor  bidang yang berbeda yaitu sektor pertanian, sektor industri, sektor jasa. Bidang kedua berdasarkan sektor yang utama sampai dengan sektor pelengkap yaitu sektor primer yang terdiri atas pertanian, kehutanan perikanan dan pertambangan; sektor sekunder yang terdiri atas bidang pengangkutan dan perhubungan, pemerintahan, perdagangan, dan jasa-jasa perseorangan.


Teori perubahan struktural menitik beratkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh Negara berkembang, yang semula lebih bersifat subsisten dan menitikberatkan pada sektor pertanian menuju ke struktur perekonomian yang lebih modern dan didominasi oleh sector-sektor non primer.

PEMBANGUNAN SEHARUSNYA MEMENTINGKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN BUKAN SEKEDAR MENGEJAR PERTUMBUHAN 
Menuru pendapat saya:
Saya tidak setuju jika pembangunan tidak mementingkan lingkungan. Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak. Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.

Berdirinya pabrik-pabrik pengusaha dalam negeri sampai pabrik relokasi milik pengusaha asing pun juga ikut menambah sesaknya udara dengan polusi udara. Kondisi sosial budaya masyarakat sekitar yang cenderung masih berladang dengan cara membuka atau menebang hutan dan menjadikannya ladang baru juga ikut serta dalam menambah penyebab kerusakan lingkungan alam. Tak benar juga kita selalu menyalahkan pemerintah sepenuhnya.

Disisi lain tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomipun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri.

Khusus untuk mengatasi masalah lingkungan hidup, pemerintah membuat Undang-undang no.23 tahun 1997 mengenai lingkungan hidup, tetapi kita juga harus mengawasi dan menjalankan UU tersebut sebagai pedoman etika bergaul dengan lingkungan hidup karena kita tidak bisa hidup jika kita tidak bersahabat dengan lingkungan alam kita.



Sumber: (diakses tanggal 20 April 2017)




Selasa, 11 April 2017

KEMISKINAN DAN KESENJANGAN




Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan

1. Pengangguran
Semakin banyak pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di sekitar. Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan masyarakat sekitar.

2. Tingkat Pendidikan Yang Rendah
Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih, masyarakat tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan
masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia. Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.

3. Bencana Alam
Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.

4. Distribusi Pendapatan dan Pemerataan Pembangunan
Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Kriteria ketidakmerataan versi Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk, yakni 40% penduduk berpendapatan rendah(penduduk miskin); 40% penduduk berpendapatan menengah; serta 20% penduduk  berpendapatan tertinggi (penduduk terkaya). Ketimpangan dan ketidak merataan distribusi dinyatakan parah apabila 40% penduduk berpendapatan rendah menikmati kurang dari 12 persen pendapatan nasional.

5. Laju Pertumbuhan Penduduk.
Pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat di setiap 10 tahun menurut hasil sensus penduduk. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 1990 Indonesia memiliki 179 juta lebih penduduk. Kemudian di sensus penduduk tahun 2000 penduduk meningkat sebesar 27 juta penduduk atau menjadi 206 juta jiwa. Dapat diringkaskan pertambahan penduduk Indonesia persatuan waktu adalah sebesar setiap tahun bertambah 2,04 juta orang pertahun atau, 170 ribu orang perbulan atau 5.577 orang perhari atau 232 orang perjam atau 4 orang permenit. Banyaknya jumlah penduduk ini membawa Indonesia menjadi negara ke-4 terbanyak penduduknya setelah China, India dan Amerika.

Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesia semakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumlah penduduk yang bekerja tidak sebanding dengan jumlah beban ketergantungan. Penghasilan yang minim ditambah dengan banyaknya beban ketergantungan yang harus ditanggung membuat penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Alasan Indonesia Menggunakan Indikator Kemiskinan Absolut

Menurut pendapat saya Indonesia menggunakan indikator kemiskinan absolut karena warga Indonesia masih dibawah garis kemiskinan. Melihat setiap masyarakat dari kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap masyarakat seperti sandang dan pangan.Jika pendapatan seseorang dibawah pendapatan minimal untuk memenuhi kebutuhan pokok maka ia disebut miskin.
Tidak hanya itu saja, rakyat juga tidak bisa dan sulit untuk mendapat pendidikan yang layak dikarenakan keterbatasan biaya yang dimiliki dan tingkat harga yang dipatok dalam setiap rumah sakit itu sulit dijangkau oleh rakyat – rakyat miskin. Jadi dapat dikatakan kesehatan yang baik itu hanya dapat dirasakan oleh warga yang memiliki pendapatan yang cukup memadai pula. Baik kesehatan dan bidang pendidikan di Indonesia kurang merata, hanya dapat dinikmati oleh beberapa sebagian orang saja.

Kaitan Antara Penduduk, Tenaga Kerja, Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi biasanya diikuti oleh terciptanya lapangan pekerjaan yang baru. Ketika ekonomi bertumbuh, berarti terdapat pertumbuhan produksi barang dan jasa. Ketika hal ini terjadi maka kebutuhan akan tenaga kerja untuk memproduksi barang dan jasa pun akan tumbuh. Pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, dan pengangguran memiliki hubungan yang erat karena penduduk yang bekerja berkontribusi dalam menghasilkan barang dan jasa sedangkan pengangguran tidak memberikan kontribusi.

Semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula tenaga kerja yang dapat digunakan. Maka dari itu penduduk harus optimal untuk meningkatkan produksi suatu rumah tangga perusahaan supaya tidak ada penggangguran yang akan mengakibatkan terjadinya inflasi dalam perekonomian indonesia. Jika inflasi terjadi maka suku bunga akan naik, saving pun akan naik, namun investasi akan turun. Jika investasi turun makan perusahaan akan mempertimbangkan untuk menambah pegawai baru atau bahkan akan memPHK karyawannya, sehingga mengakibatkan bertambahnya pengangguran.

Studi yang dilakukan oleh ekonom Arthur Okun mengindikasikan hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran, sehingga semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin rendah tingkat pertumbuhan ekonomi. Semakin banyak jumlah penduduk di suatu Negara namun penduduknya tidak produktif untuk menjadi seorang tenaga kerja atau menjadi pengangguran, maka pertumbuhan ekonominya akan terhambat. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.

Sumber: ( diakses tanggal 11 April 2017 )