Jumat, 22 November 2019

KEPUASAN KERJA


1. Pengertian Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal – hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis. Kepuasan merujuk pada sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya.

2. Aspek Aspek dalam Kepuasan Kerja
Menurut Jewell dan Siegall 1998 (dalam Prestawan 2010) beberapa aspek dalam mengukur kepuasaan kerja :
a.  Aspek psikologis, berhubungan dengan kejiwaan karyawan meliputi  minat, ketentraman kerja, sikap terhadap kerja, bakat dan ketrampilan.
b. Aspek fisik, berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan  kondisi fisik karyawan, meliputi jenis pekerjaan, pengaturan waktu  kerja, pengaturan waktu istirahat, keadaan ruangan, suhu udara, penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan karyawan dan umur.
c.  Aspek social, berhubungan dengan interaksi sosial, baik antar sesama  karyawan dengan atasan maupun antar karyawan yang berbeda jenis kerjanya serta hubungan dengan anggota keluarga.
d. Aspek finansial, berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan karyawan, yang meliputi sistem dan besar gaji, jaminan sosial, tunjangan, fasilitas dan promosi.

3. Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja
Pendapat  horald E.Burt yang dikutip oleh Moch. As’ad ( 2004 : 112 ) tentang faktor  – faktor  yang   dapat menimbulkan kepuasan kerja sebagai berikut :
1.  Faktor hubungan antar karyawan, antara lain hubungan antara pimpinan dengan pegawai, kondisi fisik dan situasi kerja, sugesti dari teman kerja.
2.  Faktor individual, yang berhubungan dengan sikap orang terhadap pekerjaannya, umur orang saat kerja, jenis kelamin.
3.   Faktor –faktor luar antara lain keadaan keluarga karyawan/ pegawai,rekreasi, pendidikan.

4. Konsekuensi pada Kepuasan Kerja
Kumar (2007) menyatakan ada beberapa konsekuensi yang diperoleh dari  kepuasan kerja, yaitu:
1. Ketidakhadiran (absenteeism), Ada hubungan antara kepuasan kerja dan frekuensi dari ketidakhadiran dari  seorang pekerja. Tingkat ketidakhadiran seorang pekerja biasanya berhubungan terbalik dengan kepuasan kerja. Ketidakpuasan dalam bekerja akan menghasilkan ketidakinginan untuk bekerja dan hal ini memaksa pekerja untuk menjauh dari pekerjaannya.
2. Pemberhentian Kerja (turn over), Penelitian menemukan bahwa pekerja yang puas dengan pekerjaannya  cenderung untuk bertahan dengan pekerjaannya dan pekerja yang tidak puas dengan  pekerjaannya akan berhenti dari pekerjaan tersebut. Ini menjadi alasan yang kuat bagi seorang pekerja yang tidak puas dengan pekerjaannya untuk pergi dan mencari kepuasan dari tempat lain.
3. Pemberitaan Negatif (negative publicity)Konsekuensi lainnya dari ketidakpuasan kerja adalah pemberitaan yang negatif tentang organisasi tersebut. Pekerja memberitahukan hal-hal yang membuatnya tidak  puas dan akhirnya membuat nama baik organisasi tersebut menjadi tercemar. Publikasi yang negatif dapat menimbulkan kesulitan dalam perekrutankaryawan baru.

5. Cara Mengukur Kepuasan Kerja
ada tiga cara untuk melakukan pengukuran kepuasan kerja, yaitu :
1.      Rating Scales dan Kuesioner
Rating scales dan kuesioner merupakan pendekatan pengukuran kepuasan kerja yang paling umum dipakai  dengan menggunakan kuesioner dimana rating scales secara khusus disiapkan. Dengan menggunakan metode ini, orang menjawab pertanyaan yang memungkinkan mereka melaporkan reaksi mereka pada pekerjaan mereka.
2.      Critical Incidents
Menjelaskan kejadian yang menghubungkan pekerjaan mereka yang mereka rasakan terutama memuaskan atau tidak memuaskan. Jawaban mereka dipelajari untuk mengungkap tema yang mendasari.
3.      Interviews        
Interview merupakan prosedur pengukuran kepuasan kerja dengan melakukan wawancara tatap muka dengan pekerja. Dengan menanyakan secara langsung tentang sikap mereka, dengan mengajukan pertanyaan secara berhati-hati kepada pekerja dan mencatat jawabannya secara sistematis, hubungan pekerjaan dengan sikap dapat dipelajari.

6. Hubungan Kepuasan Kerja dengan Semangat Kerja
1. Absensi Karena absensi menunjukkan ketidak hadiran karyawan dalam tugasnya.
2. Kerja sama dalam bentuk tindakan kolektif seseorang terhadap orang lain.
3. Kepuasan kerja sebagai keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana para karyawan memandang pekerjaan mereka.
4. Kedisiplinan sebagai suatu sikap dan tingkah laku yang sesuai peraturan organisasi dalam bentuk tertulis maupun tidak.

7. Semangat Kerja pada Kepuasan Kerja
Menurut Nitisemito dalam Ardana (2014) Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaannya akan lebih dapat diharapkan selesai dengan cepat dan lebih baik.

8. Tingkat Stress pada Kepuasan Kerja
Stress adalah ketidak mampuan tubuh menerima tekanan yang dapat memicu hilangnya kontrol diri.   Mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Leung et al (2007)bahwa stres kerja terbagi menjadi enamdimensi yaitu prilaku pribadi, dukungan sosial, konflik peran, lingkunganburuk,beban kerja dan situasi rumah dan pekerjaan

9. Program, Fungsi, dan Tipe Konseling pada Kepuasan Kerja
1. Program konseling adalah satuan rencana keseluruhan kegiatan yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan para konseli yang dilaksanakan pada periode tertentu.
2.   Fungsi pemahaman, pencegahan, penuntasan, pemeliharaan dan pengembangan
3.   Tipe-tipe konseling dari segi waktu penanganannya, yaitu proses pemecahan masalah individu, dimana mungkin diperlukan waktu segera atau relative panjang. Pietrofesa dalam Andi Mapiarre (1992:24) mengemukakan berdasarkan segi waktunya tipe-tipe konseling terbagi menjadi 4 (empat) tipe, yaitu : konseling krisis, fasilitatif, preventif, developmental

Sumber : (Diakses 22 November 2019)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar